Belajar Dari Mereka

Seperti apa dan bagaimana rasanya para pejuang tanah kudus, Palestina, berjuang mempertahankan negerinya dari tangan para zionis? Ketika Rasulullah bersabda dalam hadits,…….

Ya, semangat itulah yang terus mereka nyalakan, berjuang dalam membela tanah air, mungkin tidak hanya sebatas itu, tapi Al-Quds adalah negeri suci para nabi-Nya, titipan dari-Nya, yang akan terus mereka jaga. Dan yang  membuat mereka dapat bertahan adalah iman, Islam, dan Al-Qur’an.. sungguh sangat menghujam jiwa, sangat!!!

Maka seharusnya tak ada kata keluhan dari mulut kita, tak ada kata menyerah dari lisan  kita dalam menghadapi hidup ini. Karena kita belum sebanding dengan ujian yang harus dilalui oleh saudara kita di Palestina sana.. bangunlah!!! Tengoklah!!! Di manakah sekarang kita berada?? Indonesia..

Tapi sering kita tak bersyukur dengan segala nikmat kita hari ini, seolah-olah kita paling menderita di dunia ini, tak ada lagi penolong yang akan menolong..

Ketika kita mengeluhkan kenapa menu makan hari ini begini terus, maka kita harus bersyukur masih dapat makan 3 kali sehari. Saudara kita yang di Palestina sana, hanya bisa makan sekali dalam 3 hari, itu pun tak pasti makanannya mengenyangkan apalagi enak.

Ketika kita masih mengeluhkan mengapa rumah kita tidak sebagus istana orang-orang kaya, maka kita harus bersyukur. Di negeri Palestina sana, rumah mereka rata dengan tanah. Kita masih harus bersyukur masih dapat tidur dengan nyaman dibalut selimut hangat. Saudara kita telah lama tak pernah merasakan itu, mereka telah lama bertemankan dinginnya angin malam dan nyamuk.

Ketika kita masih mengeluhkan kenapa orang tua kita tidak sebaik yang kita inginkan, maka kita pun masih tetap harus bersyukur. Saudara kita di negeri Palestina sana, banyak yang harus hidup sebatang kara. Ayah mereka ditahan dalam penjara dingin para zionis karena alasan yang tidak jelas, sedangkan ibu mereka dibunuh di hadapan mereka sendiri..

Ketika kita masih mengeluhkan mengapa tugas-tugas sekolah atau kuliah ini begitu menggunung dan melelahkan, seolah-olah bernapas sejenak pun sangat susah. Maka kita pun harus kembali bersyukur. Saudara seperjuangan kita di Palestina sana, selesai sekolah atau pun kuliah, mereka harus bergantian berjaga di perbatasan. Dan itu pun tidak ada jaminan mereka besoknya dapat kembali bersekolah atau kuliah..

Maka tak ada alasan untuk kita terus mengeluh dan mengeluh…

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?” (Q.S. 55: 55)

Tatapan ini akan terus mengalahkan

Riak-riak lemah yang seolah-olah kuat

Debu yang menghiasi asa dari Tuhan

Akan tetap diperjuangkan..

Engkau boleh berkacak pinggang

Tapi jiwa ini takkan lelah

Matahari tak kembali untuk kami

Asal iman tetap menghangatkan jiwa kami.

(debu dan iman, Ay 2435)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s