Well, I’m Just Wanderer

Mengarungi samudera kehidupan, kita ibarat para pengembara

Hidup ini adalah perjuangan, tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa

Segores luka di jalan Allah kan menjadi saksi  pengorbanan

Allahu ghayyatunaa…

Arasuul qudwatunaa…

Al-Qur’an dusturunaa…

Aljihadu sabiilunaa..

Almautu fii sabiilillaah, asmaaniinaa…

Allah adalah tujuan kami

Rasulullah teladan kami

Al-Qur’an pedoman hidup kami

Jihad adalah jalan juang kami.

Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

#Shautul Harakah- Bingkai Kehidupan

Yeah, mendengarkan baris nada bertautkan lirik di atas benar-benar membangkitkan semangat lagi.😀

Jadi mencharge ghirah dan azam lah, lumayan..daripada lumanyun..😛

Yup, yup,, jika dipikir-pikir lagi, apa sih yang kita cari di dunia ini? Kita ibarat para pengembara, hidup ini adalah perjuangan, tiada masa tuk berpangku tangan.. kata sebaris lirik di atas..

Semester 6 ini bukan apa-apa dibanding dengan perjuangan Rasulullah dan para shahabatnya. Kalau mulai mengeluh dan mengeluh, tidak ada bedanya kita dengan hamba Allah yang tidak tahu syukur.. #na’udzubillaah.

Eh, tapi benar dengan apa yang dikatakan seorang bijak, “Hidup ini belum dikatakan hidup jika tak ada bumbunya. Ada bumbu pedas, manis, asin, bahkan pahit. Itulah yang menjadi pewarna rasa dalam hidup..”.  Wussshhh, mantap kan?😀

Mengambil tauladan dari para shahabat Rasulullah pada waktu pemboikotan oleh para Quraisy. Meskipun mereka harus sampai makan duri karena saking tidak ada lagi makanan yang harus dimakan, mereka tetap sabar dan tidak perah menanyakan kepada Rasulullah tentang di manakah Allah atau kapan Allah akan menolong mereka. Tidak!!!

Jadi malu saya ketika perasaan mengeluh itu datang.:\

Nehiyyyy, itu kan dulu, sekarang adalah lembaran baru..hehe, itu kata jiwa saya.

Well,, I’m just wanderer.

2 thoughts on “Well, I’m Just Wanderer

  1. “Hidup ini belum dikatakan hidup jika tak ada bumbunya. Ada bumbu pedas, manis, asin, bahkan pahit. Itulah yang menjadi pewarna rasa dalam hidup..”.

    Ay .. kok pewarna sih ? manis asin, pahit itu ga ada warna’y .. yg ada rasa he8 :))

    Betul, Dunia ibarat hutan / gunung dan kita adalah pendaki nya .. Subhanallah, klo kita tetap ngeluh .. ga nyampe2 yah kan sist? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s