Keterhijaban dan Baik Sangka

Ada banyak hal yang tak pernah kita minta

tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita

seperti napas sejuk, air segar, hangat mentari,

dan kicau burung yang mendamai hati

jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan

bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan

Kita tak pernah tahu apa yang terjadi esok. Kita terhijab dalam kegelapan. Kita tertabir dari suatu keadaan yang kita sebut sebagai masa depan. Dalam kepekatan itu, kita hanya bisa mengira-ngira. Kita menduga-duga. Kita berprasangka. Bisa baik, bisa buruk. Bisa positif, bisa negatif. Bisa optimis, bisa pesimis. Itu semua pilihan. Tetapi ketika hars menyusuri langkah-langkah dalam dekapan ukhuwah. sepertinya kita hars memilih untuk berbaik sangka.

Sepanjang kehidupan yang kita lalui selama ini, sebenarnya kita telah menjadi saksi dahsyatnya kekuatan baik sangka. Kita tak mungkin mampu untuk duduk atau berdiri hari ini, andai telah kita yakini bahwa sedetik lagi kematian menghampiri. Kita tak mungkin berani berbaring, sebab seperti tertulis dalam data, empat perlima kematian terjadi di atas ranjang. Kita tak mungkin berani bersantap sebab aneka kuman dan virus yang jutaan kemungkinan ada dalam sesuap nasi dan sekerat brokoli. Kita pasti mencoba untuk menahan napas, sebab udara di sekitar kita perpeluang mengandung selaksa unsur dan senyawa yang mematikan.

Tapi kita masih berprasangka baik.

Dengan prasangka baik itu kita merencanakan dengan penuh harap dan rindu, bahwa kelak di kehidupan selanjutnya Allah kan menempatkan kita di surga. Bahwa di ujung usia nanti, kita akan dijemput oleh kematian yang paling indah. Bahwa dalam hari-hari yang akan datang, kita kan menjalani hidup yang makin bermakna, penuh cinta, dan penuh bahagia. Denan prasangka baik kita bisa merenda mimpi, menggantungkan cita, dan menyusun rencana-rencana untuk masa depan.

Tapi kadang-kadang ketika terbentur terjalnya hidup, adakalanya kita disergap buruk sangka. Manusiawi. Namun tak boleh dibiarkan berlama-lama. Dalam dekapan ukhuwah, baik sangka sepertinya adalah satu-satunya pilihan. Agar kita menyempurnakan akar pohon iman. Agar kita bisa menjuraikan daun yag rimbun dan bunga-bunga. Agar kita memiliki batu bata tang cukp, untuk mendirikan menara cahaya, kelak di surga-Nya.

Dalam dekapan ukhuwah kita hayati firman dlam hadits Qudsi itu. “Sesungguhnya Aku, kata Allah dalam ujaran Nabi yang diriwayatkan Ibnu Majah, “Ada di sisi prasangka hambah-Ku pada diri-Ku.”

“Aku bersamanya setiap kali di a mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku di kala tiada kawan, maka Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam suatu kumpulan, niscaya Aku sebut-sebut dia dalam suatu kaum yang lebih baik daripada jama’ahnya. Jika dia mendekat pada-Ku dalam jarak sejengkal, maka Aku mengakrabinya dengan beringsut sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan menyambutnya dengan bergeser sat depa. Apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang padanya dengan berlari-lari kecil.”

Dalam dekapan ukhuwah, ada berjuta kebaikan mengiringi prasangka baik kita pada-Nya. Dia setia bersama kita dan melimpahkan kebaikan, karena kita mengingat-Nya juga dengan sangkaan kebaikan.

#Salim A.Fillah-Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 170 dan 171-173

Ya Rabb, begitu banyaknya nikmat yang telah Engkau beri padaku, namun lebih seringnya hati ini menafikannya. Lebih sering mengeluhkan apa-apa yang nafsu teriakan…

Begitu banyak nikmat yang Engkau sampaikan untukku, tapi banyaknya yang ku campakan di sudut kegelapan hati..

Lebih seringnya ku titikkan noda dalam hati dengan prasangka burukku pada-Mu, tapi Engkau masih tetap menjagaku, dalam napas yang terselip cinta-Mu, dalam pagi yang mendamaikan jiwa, dalam benderangnya malam bertabur bintang…

Tetap menemaniku dan meyakinkanku, Engkai selalu ada untukku, Engkau selalu ada untukku.

Ya Allah, kini aku kembali pada-Mu, dengan segala kebesaran-Mu…

Maka berkahilah nikmat hidayah ini, semoga tetap ada dalam hatiku dan subur hingga buahnya dapat ku temukan di surga-Mu, nanti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s