Jihadnya Perempuan

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Kita mungkin akan terkejut jika mengetahui sabda Rasulullah yang dengan tegas menyebutkan bahwa pahala menjadi istri yang baik itu sama dengan pahala berjihad di jalan Allah. Image

Dalam Kanz al-‘Ummah disebutkan sebuah riwayat cukup panjang dari Abu Hurairah.

Suatu hari, saat Rasulullah sedang bersantai, Ali bin Abi Thalib, Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah, ‘Utsman bin Affan, Abu Bakar, dan Abdurrahman bin ‘Auf datang menghampiri beliau. Ketika melihat mereka berkumpul di depannya, beliau tersenyum seraya bersabda, “Apakah kalian datang menghadapku untuk menanyakan sesuatu? Aku akan memberi tahu kalian sesuatu jika kalian mau. Tapi, jika kalian ingin bertanya, silakan bertanya.”

Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah. Beri tahukan kepada kami.”

Beliau lalu bersabda, “Jika kalian menanyakan siapakah yang berhak mengerjakan barang-barang kerajinan, sesungguhnya yang berhak adalah pekerja yang beragama dan ahli di bidangnya. Jika kalian bertanya tentang jihad yang kecil, sesungguhnya itu adalah haji dan umrah. Jika kalian bertanya tentang jihadnya perempuan, sesungguhnya itu adalah melayani suami dengan baik. Dan jika kalian bertanya tentang asal-muasal rezeki, sesungguhnya Allah tidak akan melimpahkan rezeki kepada hamba-Nya kecuali melalui jalan yang tidak disangka-sangka olehnya.”

Rasulullah juga menyebutkan, jihadnya perempuan adalah menunaikan ibadah haji dan umrah ke tanah suci. Pion ini menjadi salah satu titik perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dalam Sunan Ibnu Majah, bab “Haji adalah Jihadnya Perempuan”, disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah binti Thalhah, Aisyah binti Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib berjihad?”. Beliau bersabda, “Ya, perempuan wajib berjihad tanpa harus mengangkat senjata, yaitu menunaikan ibadah haji dan umrah.”

Dalam Shahih al-Bukhari, bab “Jihadnya Perempuan”, disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah seraya berkata, “Aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk berjihad.” Beliau lalu bersabda, “Jihad kalian adalah pergi haji.” Dalam kitab yang sama disebutkan sebuah riwayat dari Aisyah, “Rasulullah pernah ditanya oleh para istrinya tentang jihad.” Beliau lalu bersabda, “Jihad itu adalah pergi haji.”

Dalam Kanz al-‘Ummah disebutkan sebuah hadits dengan redaksi, “Haji adalah jihadnya stiap orang yang lemah.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ummu Salamah. Dalam Munad al-Imam Ahmad disebutkan sebuah riwayat tentang Aisyah yang bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasullah, apakah perempuan wajib berjihad?” Beliau bersabda, “Haji dan umrah adalah jihadnya perempuan.”

Adapun dalam Majma’ al-Zawa’id disebutkan sebuah riwayat dari ‘Utsman bin Sulaiman dari kakeknya menceritakan, seorang perempuan datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Sesungguhnya aku ingin berjihad di jalan Allah.” Beliau bersabda, “Bukankah sudah aku tunjukan kepadamu jihad tanpa mengangkat senjata?” Perempuan itu menjawab, “Benar.” Beliau bersabda lagi, “Jihad itu adalah pergi haji ke tanah suci.” [hadits ini diriwayatkan oleh al-Thabrani, dan salah satu sanadnya bernama al-Wahid bin Abu Tsaur—yang dianggap dha’if (lemah periwayatannya) oleh Abu Zar’ah]

Rasulullah juga menyebutkan jenis jihad lain bagi perempuan, yakni menjadi istri yang baik, tulus melayani suami, dan menaati perintahnya. Hadits-hadits tentang persoalan ini bisa ditemukan dalam kitab Majma’ al-Zawa’id, bab “Ganjaran Bagi Perempuan yang Taat kepada Suaminya dan Menjaga Harta Bendanya”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, seorang perempuan bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, aku mewakili kaum perempuan datang menghadapmu. Jihad diwajibkan Allah kepada kaum laki-laki. Jika menang, maka mereka akan mendapat pahala, dan jika gugur, mereka hidup di sisi Tuhan dan memperoleh limpahan rezeki. Sementara kami, kaum perempuan, senantiasa menemani merek a disaat suka dan duka. Lalu, apa yang kami dapatkan?”

Rasulullah kemudian bersabda, “Sampaikanlah pada setiap perempuan yang engkau temui, bahwa menaati suami dan memenuhi hak-haknya bisa menyamai pahala jihad. Tapi, hanya sedikit di antara kalian yang melakukannya.” [hadits ini diriwatakan oleh al-Bazzar, dan salah satu sanadnya adalah Rusydain bin Kuraib, dia itu dha’if]

Fikih Wanita- Dr.’Abdul Qadir Manshur (hal 184-187)

4 thoughts on “Jihadnya Perempuan

  1. Subhanallah, itulah emansipasi yang sesungguhnya.. sebuah kemuliaan yang di berikan Allah u/ kita kaum hawa🙂 moga cepet khatam baca’y dek ayi🙂 (si gue manggil dia adek juga he8🙂 ) sebelum hari -H .. he8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s