Meminta Keistiqamahan Hati

Bismillahirrahmanirrahim..

Paling greget jika dalam melaksanakan suatu aktivitas tidak maksimal, mau menuntaskan pekerjaan ada saja alasan dalam diri untuk bermalas-malasan. Seketika semangat pergi, maka aktivitas yang disukai malah di jauhi, bahkan dibenci.

Niat berubah haluan tanpa permisi, semangat pun pergi seakan takkan kembali. Mengapa bisa terjadi?

Itu normal. Setiap manusia, sehebat apapun itu, pasti ada masa dimana merasakan hilangnya semangat. Pasti.

Ada ragam cara dilakukan agar sang semangat kembali. Sudah begitu banyak quotes motivasi yang ditempel di dinding kamar. Sudah sering  acara training motivasi disambangi. Sudah sering meminta kawan untuk saling mengingatkan. Tapi semangat itu tak kunjung datang.

Coba berhenti sejenak. Coba renungi. Mungkin ada dosa yang belum kita taubati  pada-Nya.

“Saya sudah taubat, tapi kenapa masih seperti ini?”

Mungkin ada hijab antara diri dan hati. Mungkin ada doa yang terlupa yang belum kita panjatkan pada-Nya.

Meminta keistiqamahan hati.

Hati manusia kadang dihembusi was-was, takut akan menjalani hidup, bimbang dalam melangkahkan asa. Maka doalah sebagai pondasi awal untuk mengistiqamahkan hati.Hati manusia bersifat dinamis, kemarin begitu, esok bisa begini, lusa bisa berubah lain lagi. itulah tabiat hati. Seperti status tilawah Alquran sebagai salah satu obat hati, maka doa berstatus sebagai suplemen pentingnya. Ada banyak cara memang, tapi bukankah doa adalah kekuatan seorang mukmin? Mengapa tidak kita gunakan untuk memperbaiki diri kita juga (untuk membangkitkan semangat)?

Adanya hijab antara diri dan hati inilah menyebabkan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam seringkali berdoa:

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik
(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa doa tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,

يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ

“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad)

Ya Allah, Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, Teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu…d92b729d0004468da89d45f7cc4b3d39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s